First story

This is my first pos on my blog. In this blog i will share my feeling in every single story. Mungkin bisa menjadi referensi untuk menulis cerpen walaupun tidak terlalu menginspirasi. Hanya sebagai ajang mengekspresikan diri. Hope you enjoy.

From the past. Desember 2016

  Hari ini di tengah kesedihan aku menulis apa yang sangat membingungkan di benakku. Untuk semua yang sedang bertebaran di muka bumi, menjemput karunia-Nya. Untuk semua yang sedang berjuang mengubah angan-angan menjadi kenyataan, mewujudkan mimpi, cita- cita, dan harapan. Untukmu yang telah menggengam sebagian karunia sehingga kau bergelimbangan. Untukmu yang tengah ada dipuncak atau di dasar laut. Untukmu yang tertawa, menangis, berdarah, dan tertatih. Untukmu yang hanya berbaring di tempat tidur dan berbicara omong kosong. Untukmu yang penuh harap, terbakar semangat, atau putus asa. Untukmu yang bertemu kebenasan atau yang masih kebingungan. Untukmu yang terjebak dalam kesendirian dan yang terlena dalam keramaian. Untuk semua yang menuntut dan yang dituntut. Untukmu yang sedang merenung dan yang berpaling. Untukmu yang melupakan, atau yang datang kembali. Untukmu yang berhati sutra atau yang berjiwa batu. Dengarkan aku ingin bertanya padamu sekalian. Sudahkah kau sadari tujuanmu yang sebenarnya dalam dunia? Sudahkah kau mengerti tentang penciptaanmu dan untuk apa kau diciptakan? Sudahkah kau mengetahui perkara apa saja yang mulia dan yang hina? Prinsip hidup, tanggung jawab, rasa hormat, dan cinta, sudahkah kau menemukan semua itu? Sudahkah kau mengetahui arti sebenarnya dari semua itu? Sadarkah dirimu tentang kekuatan Maha Dahsyat yang menggerakan alam semesta. Tahukah kau siapa? Tidakkah kau takjub pada-Nya? Tidakkah hatimu tergerak untuk memberikan pujian kepada-Nya? Sadarkah kau bahwa air di lautan tidak akan cukup bila dijadikan tinta untuk menuliskan berapa banyak karuni yang dikirimkan-Nya? Sudahkah kau mengucap rasa terima kasihmu? Dia memberikan perlinsungan dan rasa aman dari apa yang kau takuti, Ia menerangi hati dan jiwa yang tersesat dalam gelap, menunjukan jalan keluar dari kegetiran, mengirimkan bala bantuan, memitus tali kesulitan,mengobati dalamnya luka, tidakkah kau mengetahui hal itu? Masihkah kau ragu? Setiap waktu dalam kesibukan namun tak ada yang luput dri pengawasan-Nya. Yang hijau nanrimbun itu bertasbih pada-Nya. Semut kecil dan ikan-ikan di laut pun bertasbih memuji-Nya. Apakah kau juga? 
   Saudaraku, sejenak saja mari kita duduk dan tinggalkan segala urusan. Maribkita pikirkan pertanyaan mana lagi yang masih belum kita ketahui jawabannya. Mari renungkan jawaban dari pertanyaan yang sudah ada. Mungkin kau lupa rumahmu, pilihlah tempat mana saja yang bisa kau gunakan untuk menjernihkan pikiranmu. Singkirkan ego yang membelit leher dan kepalamu. Tepia rasa khawatir dan cemas akan sesuatu yang belum tentu terjadi. Kubur dalam-dalam segala kepahitan, kegetiran, dan kesedihan karena duka di hari kemarin. Hari ini mari berpikir dengan benar-benar berpikir. Jemput hidayah itu! Itu akan menerangi hati, melapangkan jiwa, membebaskan dari penjara duka cita. Menyelamatkan dari kehinaan. Sampai kapan kita bersikap seperti binatang? Hanya tau makan, minum, dan tidak bisa mengenndalikan syahwat. Pasti kau mengetahui siapa yang memberikan ampunan itu. Maka marilah meminta kepada-Nya. Memohon, merintih, mengharap ridho-Nya. Sampai kapan ingin bersikap pengecut? Teguhkan hati dan cari tahu tentang iman. Terkadang terlintas di pikiranku apa yang kau pinta pada Dzat Yang Maha Pengasih. Semua yang berhubungan dengan agama adalah sakral. Apakah mudah untuk mempermainkan sesuatu yang sakral? 
    Bagaimana jawabanmu?
    Kristal cair dimatamu jatuh tidak kau sadari, saat kau menyadari betapa kuasanya Dzat Yang Maha Menguasai langit dan bumi. Tanpa perlu kobaran api, batu dihatimu mungkin mencair dan hilang. Yang tersisa hanyalah perasaan tunduk dan ketaatan kepada Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Allah SWT..

   Enough for today. Thank you so much for reading:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini